UPTD PUSKESMAS IBOIH SABANG

Puskesmas Pariwisata KOTA SABANG

Saturday, March 13, 2010

Penyakit Langganan Para Pelancong


Penyakit Langganan Para Pelancong

KOMPAS.com — Saat melancong ke berbagai kota atau negara, bukan cuma kesenangan yang didapat, melainkan juga penyakit. Hampir semua pelancong pernah merasakan sakit saat perjalanan. Survei terhadap 59.000 pelancong internasional menunjukkan bahwa pelancong wanita lebih sering mengalami gangguan perut, sedangkan pelancong pria lebih banyak mengalami demam dan penyakit menular seksual.

Dalam studi yang dilakukan oleh tim dari University of Zurich, Swiss, itu diketahui bahwa wanita lebih rentan terkena diare dan berbagai masalah pencernaan lain, flu, infeksi saluran kencing, serta reaksi sementara dari obat-obatan yang diminum untuk mencegah penyakit. Misalnya, obat pencegah malaria.

Adapun pelancong pria lebih sering terserang demam, termasuk infeksi yang dibawa oleh nyamuk dan ngengat serta vektor penularan lain, seperti malaria dan demam berdarah. Pria juga lebih sering menderita penyakit akibat ketinggian pegunungan (frostbite) dan penyakit menular seksual.

Untuk mencegah penyakit langganan tersebut, para peneliti menegaskan bahwa persiapan obat-obatan untuk perjalanan internasional adalah penting. Misalnya saja untuk pelancong wanita, mereka perlu memasukkan obat diare dalam koper mereka.

Dalam penelitian ini, para ahli mengumpulkan data dari 44 klinik medis di seluruh dunia, terutama yang sering menerima pasien pelancong atau kecelakaan, antara tahun 1997 dan 2007.

Pelancong wanita juga diketahui lebih aktif mencari pengobatan untuk diare, sembelit, dan penyakit perut lainnya. Bandingkan dengan pelancong pria. Hanya tiga persen dari mereka berobat karena terkena malaria atau penyakit demam lain yang ditularkan oleh nyamuk.

Alasan mengapa pria lebih sering terkena penyakit dari nyamuk masih belum jelas. Namun, para ahli berspekulasi bahwa nyamuk lebih tertarik pada kulit pria. Seperti diketahui, serangga tertarik pada keringat yang berlebih. Selain itu, keringat tersebut juga akan menghapus krim anti-nyamuk yang dioles.

Thursday, March 11, 2010

Alergi & Intoleransi Makanan


DEFINISI
Alergi Makanan adalah gejala-gejala yang terjadi akibat respon kekebalan setelah memakan makanan tertentu.

Intoleransi makanan bukan merupakan suatu alergi makanan, tetapi merupakan setiap efek yang tidak diinginkan akibat memakan makanan tertentu.

PENYEBAB
Dalam keadaan normal, sistem kekebalan mempertahankan tubuh melawan zat-zat yang berbahaya seperti bakteri, virus dan racun.
Kadang suatu respon kekebalan dipicu oleh suatu zat (alergen) yang biasanya tidak berbahaya dan terjadi alergi.

Penyebab dari alergi makanan tidak sepenuhnya dimengerti karena alergi makanan bisa menimbulkan sejumlah gejala yang bervariasi.
Reaksi terhadap makanan bisa bersifat ringan atau fatal, tergantung kepada jenis dan beratnya reaksi.

Alergi makanan sering terjadi. Sistem kekebalan melepaskan antibodi dan zat-zat (termasukhistamin) sebagai respon terhadap masuknya makanan tertentu.
Gejalanya bisa terlokalisir di lambung dan usus atau bisa menimbulkan gejala di berbagai bagian tubuh, setelah makanan dicerna dan diserap,
Gejala biasanya akan timbul dengan segera, jarang sampai lebih dari 2 jam setelah makan makanan tertentu.

Alergi makanan seringkali menyerupai keadaan lainnya, seperti intoleransi makanan (terjadi akibat kekurangan enzim yang diperlukan untuk mencerna makanan tertentu), irritable bowel syndrome, respon terhadap stres emosi atau stres fisik, pencemaran makanan oleh racun (keracunan makanan) dan penyakit lainnya.
Alergi makanan berbeda dengan penyakit-penyakit tersebut karena pada alergi makanan dilepaskan antibodi, histamin dan zat-zat lainnya.

Makanan yang seringkali menyebabkan alergi:
- kerang-kerangan (kepitin, lobster, udang)
- kacang-kacangan
- kacang tanah
- buah-buahan (melon, strawberi, nanas dan buah tropis lainnya)
- tomat
- pewarna, penyedap makanan.

Makanan yang sering menyebabkan intoleransi:
- terigu dan gandum lainnya yang mengandung gluten
- protein susu sapi
- hasil olahan jagung.

GEJALA
Gejala-gejala yang mungkin terjadi setelah memakan makanan penyebab alergi:
- tenggorokan terasa gatal
- anafilaksis
- nyeri perut
- perut keroncongan
- diare
- mual
- muntah
- kram perut
- perut kermbung
- rasa gatal di mulut, tenggorokan, mata, kulit atau bagian tubuh lainnya
- kaligata (urtikaria
- angioedema (kaligata di kelopak mata, bibir)
- sakit kepala
- hidung tersumbat
- hidung meler
- sesak nafas
- bengek (mengi)
- kesulitan menelan.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan timbulnya gejala-gejala setelah penderita memakan makanan tertentu.
Pada pemeriksaan paru-paru dengan stetoskop bisa terdengar bunyi pernafasan mengi.

Peningkatan antibodi atau immunoglobulin (terutaman IgE) semakin memperkuat diagnosis alergi.

Untuk menentukan penyebab terjadinya alergi, bisa dilakukan pemeriksaan berikut:
  • Penyisihan makanan (makanan yang dicurigai disingkirkan sampai gejalanya menghilang, setelah itu makanan tersebut kembali diberikan kepada penderita untuk melihat apakah terjadi reaksi alergi)
  • Diet provokasi makanan
  • Tes kulit untuk alergi.

  • PENGOBATAN
    Pengobatannya bervariasi, tergantung kepada jenis dan beratnya gejala.
    Tujuan pengobatan adalah mengurangi gejala dan menghindari reaksi alergi di masa yang akan datang.

    Gejala yang ringan atau terlokalisir mungkin tidak memerlukan pengobatan khusus. Gejala akan menghilang beberapa saat kemudian.
    Antihistamin bisa meringankan berbagai gejala.

    Untuk gejala yang berat, bisa diberikan kortikosteroid (misalnya prednison) dan epinefrin(adrenalin).

    PENCEGAHAN
    Cara terbaik untuk mencegah terjadinya reaksi alergi di masa yang akan datang adalah dengan menghindari makanan penyebab alergi.

    Wednesday, January 20, 2010

    7 Tips Sehat Minum Kopi

    Bagiku, teman terbaik ngeblog di pagi hari adalah kopi. Pada penderita hipertensi (tekanan darah tinggi -red) sering aku menanyakan tentang kebiasaan mereka minum kopi. Bukan hal yang mengejutkan kalau pada kenyataannya mereka rata-rata minum 5 cangkir kopi sehari! Lalu aku pun menyarankan mereka untuk meninggalkan kebiasaan minum kopi, padahal kopi dari Indonesia memiliki cita rasa yang tinggi dan digemari di seluruh dunia. Rugi? Nah, sebelum bergabung dengan kelompok orang yang tidak boleh minum kopi dan hanya bisa menelan ludah melihat orang lain mengecup si hitam manis ini, ada baiknya kita ketahui “7 Tips Sehat Minum Kopi” berikut:

    Blog and Coffee

    1. Dosis
    Memang belum ada ukuran yang pasti untuk dosis kopi yang boleh dikonsumsi orang. Namun kebanyakan penelitian mengungkapkan bahwa minum 300 mg caffeine (sekitar 1 sampai 3 cangkir kopi sehari) tidak memberikan efek negative pada kebanyakan orang sehat.


    2. Sinyal Bahaya

    Ketika mereguk kopi memang terasa nikmat, namun sering kali diikuti dengan sejuta rasa bersalah. Kenali sinyal bahaya kopi sehingga kita tahu kapan harus berhenti minum kopi. Sinyal bahaya itu antara lain: gelisah, jantung berdebar, gangguan tidur dan gangguan mood (mis: cepat marah). Seorang peminum kopi yang menghentikan kebiasaan minum kopinya dapat mengalami “caffeine withdrawal” yang ditandai oleh sakit kepala berdenyut, namun gejala ini akan hilang setelah 24-48 jam atau mendapat caffeine dosis baru.


    3. Dengarkan Respon Tubuh

    Setiap orang memiliki batasan sendiri mengenai konsumsi caffeine. Kebanyakan orang dapat mengkonsumsi 2 cangkir kopi sehari tanpa masalah. Namun ada pula yang mengalami efek buruknya dengan jumlah konsumsi kopi yang sama. Ada yang bercerita setelah minum secangkir kopi menjadi tak dapat tidur sepanjang malam, sebaliknya ada yang tertidur pulas setelah minum kopi. So, cara terbaik adalah dengarkan respon tubuh sendiri!

    4. Kenali Kandungan Caffeine
    Setelah mengetahui dosis dan respon tubuh, ada baiknya kita mengetahui kandungan caffeine dalam produk-produk yang sering kita konsumsi. Agar jangan sampai dosis kopi yang dianjurkan sudah tercapai, namun kita masih mengkonsumsi produk-produk lain yang mengandung caffeine sehingga merasakan efek buruk kopi. Beberapa produk lain yang perlu diperhatikan kandungan caffeine seperti misalnya : softdrink, permen kopi, teh, coklat, obat sakit kepala.

    Cara pengolahan (roasting dan brewing) juga berpengaruh terhadap kandungan caffeine dalam kopi. Sebagai contoh, sebuah penelitian menunjukkan, secangkir kopi di Starbucks mengandung rata-rata 259 mg caffeine dibandingkan dengan kopi dengan jenis dan ukuran cangkir yang sama di Dunkin Donuts yang hanya mengandung 149 mg caffeine.

    Dari penelitian lain, kopi decaf (kopi tanpa caffeine) baik untuk mereka yang mengalami obesitas karena dapat meningkatkan HDL (kolesterol “baik”) sekitar 50%. Sedangkan pada mereka yang tidak mengalami obesitas justru dapat menurunkan kolesterol HDL ini yang dapat meningkatkan resiko penyakit jantung.


    5. Coffee Mix

    Lima milligram kalsium hilang untuk setiap 6 ons kopi yang dikonsumsi. Namun kehilangan kalsium ini dapat diatasi dengan menambahkan 2 sendok susu atau membuat espresso latte. Sedangkan campuran kopi dengan alkohol kurang baik terutama pada orang dengan gangguan hati dan campuran kopi dengan cream juga sebaiknya dihindari untuk mengurangi kalori yang berlebih. Caffeine juga berinteraksi dengan beberapa jenis obat. Bagi yang sedang mengkonsumsi obat, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

    Banyak yang beranggapan teman terbaik kopi adalah rokok. Eits, jangan salah. Seorang peminum kopi sejati tidak merokok! Rokok dapat mengurangi nikmatnya ngopi lho…


    6. Kelompok Anti-Kopi

    Kelompok berikut disarankan untuk menghindari kopi: wanita hamil, anak-anak, orang tua, orang dengan penyakit jantung dan pembuluh darah (mis: hipertensi). Nah, kalau sudah termasuk kelompok ini, lupakan kopi!


    7. Check Up

    Lakukan pemeriksaan berkala terhadap kesehatan, dalam hal ini adalah ukuran tekanan darah. Semakin dini hipertensi diketahui, akan semakin baik untuk penatalaksanaan selanjutnya. JNC VII mengklasifikasikan hipertensi sebagai berikut :

    Klasifikasi

    Sistolik (mmHg)


    Diastolik (mmHg)

    Normal

    < 120

    Dan

    <80

    Pre Hipertensi

    120-139

    Atau

    80-89

    Hipertensi stage 1

    140-159

    Atau

    90-99

    Hipertensi stage 2

    > 160

    Atau

    > 100

    Demikianlah “7 Tips Sehat Minum Kopi“. Bila keluhan berlanjut, hubungi dokter! ;)

    Tuesday, January 19, 2010

    5 Kebiasaan Buruk Tentang Makan

    Tanpa disadari, banyak diantara kita yang memiliki kebiasaan-kebiasaan buruk menyangkut aktivitas Makan. Kebiasaan buruk tersebut tentu saja akan membawa dampak bagi kesehatan tubuh terkait dengan saluran pencernaan. Oleh karena itu, kebiasaan buruk tersebut tidak boleh dipelihara! Apa saja lima diantaranya?

    1. Tidak makan pagi

    Makan pagi sangat dibutuhkan untuk memberikan energi bagi tubuh dan membantu otak untuk berpikir. Karena itu, kebiasaan tidak makan pagi sangat tidak baik untuk kesehatan. Pilihan yang terbaik untuk makan pagi yang sehat ialah buah-buahan.

    2. Makan sebelum tidur

    Jika anda makan makanan pedas, makanan berlemak, atau yang mengandung kefein selama 1-3 jam sebelum tidur, kualitas tidur akan jauh berkurang. Kelelahan juga bisa menjadi akibatnya. Makanan berlemak dapat membuat pencernaan menjadi lamban dan makanan pedas bisa menimbulkan sakit maag. Karena itu, beri jangka waktu yang cukup antara makan malam anda dengan jam tidur.

    3. Ngemil

    Jika yang anda kudap adalah wortel atau buah, maka tak masalah. Pasalnya, yang biasa menjadi cemilan adalah snack yang hanya menyumbang lemak dan kalori dalam tubuh. Untuk solusinya, makanlah dalam porsi kecil 5 sampai 6 kali satu hari. Ini akan membantu membakar kalori sepanjang hari, karena sistem metabolisme bisa lebih bekerja dengan baik akibat pola makan tersebut.

    4. Membiarkan diri kelaparan

    Membiarkan diri kelaparan akan mengganggu sistem pencernaan tubuh. Jika ini dilakukan untuk mengurangi berat badan, yang terjadi malah bisa sebaliknya. Reaksi pertama tubuh bagi orang yang kelaparan ialah naiknya berat badan dari simpanan lemak tubuh. Ketika tubuh dibiarkan lapar, tubuh menanti kapan datangnya makanan kembali. Ketika makanan akhirnya tiba, tubuh langsung menyimpannya menjadi cadangan lemak, sebagai antisipasi jika tubuh kelaparan lagi. Akibatnya, lemak malah jadi menimbun. Karena itu, makanlah dengan porsi kecil tetapi sering!

    5. Makan terlalu cepat

    Makan terlalu cepat membuat tubuh tidak bisa mencerna makanan dengan sempurna, terutama di daerah mulut. Sebaiknya, belajarlah untuk mengunyah agak lama sehingga makanan bisa diserap dengan baik nantinya. Makan terlalu cepat juga bisa membuat seseorang makan berlebihan dan resikonya ialah naiknya berat badan. Makan perlahan bisa membantu otak mengetahui bahwa kita sedang makan dan dengan demikian bisa memberi sinyal ketika kita sudah kenyang.

    Apakah diantara kelima kebiasaan di atas pernah Anda lakukan? Mulai detik ini, kurangi setelah itu hentikan sama sekali!

    Semoga bermanfaat!!

    Friday, October 30, 2009

    Antisipasi Perubahan Cuaca Ekstrim

    Saat ini sudah memasuki akhir bulan April. Inilah saatnya pergantian musim dari musim dingin ke musim panas di Indonesia. Entah ada hubungannya atau tidak, pengalaman mengatakan bahwa pergantian musim itu selalu diikuti dengan wabah penyakit tertentu.

    Paling tidak, faktanya belakangan ini satu rumah kena penyakit bergilir, minimal flu. Awalnya si A kena flu, yang lainnya sehat. Lalu setelah A sembuh giliran si B kena flu. Dan seterusnya hingga hampir seisi rumah kena flu. Selain itu juga diare. My lovely mother dirawat hampir seminggu di Rumah Sakit gara-gara diare. Mertua juga kena di daere. Alhamdulillah dua-duanya sudah sembuh.

    Nah ini sedikit tips - berdasarkan pengalaman dan dari beberapa sumber - untuk menjaga kesehatan tetap prima secara komprehensif dan terbebas dari penyakit, moga bermanfaat, khususnya untuk saya pribadi:

    ASPEK JASAD/FISIK

    1. Selalu cuci tangan sebelum dan sesudah makan, dan sesudah buang air besar maupun kecil. Perhatikan kuku-kuku, debu yang menempel, kotoran di jari, dsb. Cuci tangan pakai sabun cuci tangan dan air yang bersih, gosok-gosok, basuh dengan air yang bersih dan mengalir. Lap dengan lap yang bersih, atau diangin-anginkan jika tidak ada lap. Yang sering menggunakan keyboard komputer nih harus semakin banyak cuci tangan juga.
    2. Sering-sering minum air putih, khususnya untuk pekerja kantoran yang banyak duduk di kursi dan bekerja di depan komputer. Tips teman saya yang mungkin patut dicoba adalah, rajin-rajin minum air putih sebelum dan sesudah sholat fardhu, kalau bisa juga sebelum dan sesudah sholat sunnah (misalnya shalat dhuha, dan qiyamullail). Yang pasti, ketika makan juga diiringi dengan minum air putih.
    3. Selalu cuci sayuran dan bahan masakan lainnya (yang musti dicuci) sebelum di masak dengan air bersih yang mengalir.
    4. Ini pengalaman pribadi, kalau bisa jangan gunakan air PAM untuk minuman (walaupun sudah dimasak). Lebih baik gunakan "air galon" yang original (bukan yang isi ulang) untuk minuman.
    5. Perhatikan kebersihan piring dan gelas sebelum digunakan.
    6. Sering-sering dalam kondisi berwudhu, dijamin senantiasa segar lahir batin, insya Allah.
    7. Jaga disiplin waktu untuk bekerja dan istirahat. Jangan sering-sering begadang, bekerja jangan terlalu berlebihan, sesuai proporsinya saja. Istirahat juga jangan kebanyakan tidur, secukupnya. Semua ada proporsinya.
    8. Makan makanan yang bergizi seimbang dengan teratur.
    9. Secara berkala potong kuku, cukur bulu kemaluan, cabut bulu ketiak, pendekkan kumis, rapikan jenggot, rapikan/sisir dan bersihkan rambut, dan jangan cabut uban.
    10. Sediakan selalu kotak obat / P3K. Kalau bisa pisahkan antara obat luar dan obat dalam. Jauhkan kotak dari jangkauan anak-anak.
    11. Jangan merokok dan dekat-dekat dengan perokok. Tegur orang disamping atau yang seruangan dengan Anda jika mereka merokok.
    12. Hindari udara berdebu, berpotensi penuh bakteri. Gunakan masker anti debu jika mengendarai motor. Ketika hujan ringan (gerimis) upayakan jangan mencoba melewatinya jika tidak terpaksa, karena ketika gerimis debu juga berterbangan.
    13. Jika memungkinkan, lakukan General Check-Up ke dokter secara berkala.
    14. Bersih-bersih (wudhu/mandi) sebelum dan sesudah melakukan hubungan suami-istri, bagi yang sudah menikah.

    ASPEK LINGKUNGAN

    1. Secara berkala bersihkan ruang/kamar pribadi. Sapu, dipel, ganti seprei kasur, bersihkan gorden, secara berkala. Saat bersih-bersih, hati-hati debu. Kalau perlu gunakan masker anti debu dan sarung tangan.
    2. Jaga kebersihan sekitar rumah / tempat tinggal, keberadaan pohon/tanaman yang menyejukkan juga diperlukan. Buang sampah pada tempatnya, jangan sampai ada genangan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

    ASPEK SPIRITUAL, AKAL, DAN SOSIAL

    1. Jangan terlalu tenggelam dengan permasalahan hidup, serahkan semuanya pada Allah. Hidup ini memang ujian. Untuk mengimbanginya adalah rajin-rajin bersyukur jika dapat nikmat dan bersabar jika dapat masalah.
    2. Wujud bersyukur paling sederhana adalah ucapan hamdalah, selebihnya bisa macam-macam, misalnya tilawah, shalat, zakat, infaq, sadaqah, kerja dengan baik, membantu teman, dll.
    3. Jaga hubungan silaturahim dengan baik, mulai dari yang terdekat sampai yang jauh (suami/istri, orang tua, saudara kandung, tetangga, teman kerja/kuliah, saudara jauh, dll).
    4. Jika ada kolega yang sakit, upayakan untuk menjenguknya. Memberinya motivasi dan mengingatkan kita akan nikmat sehat.